giyanto-05
It is every parent's desire to ensure that their children perform well in school so that they can pursue a successful career later in life. Every child is different and there will always be some who learn at a much quicker pace than others. However, there are some contributing factors that determine a child's academic achievements.
The home environment is one very important factor. Parents with a positive parenting style are very effective in supporting their children's academic success. Children whose parents are described as warm, fair and always in control, tend to have a more positive outlook towards school. Children who are brought up in a positive family environment not only achieve academically but also display high moral values when compared to children from a dysfunctional family.
The school environment is also an important determining factor. It should be such that students are naturally motivated to learn and to achieve academic success. By creating this kind of atmosphere where students learn to love learning and where it is expected, respected and rewarded, this will be a strong motivation for success.
A child's development, both physical and mental, is very much dependent on the child's diet. Mothers who prepare meals for their children choose healthy and nutritious food instead of junk food or ready-made food. In this regard, fish is highly favoured as it is considered as "brain food".
Genes also play a part in influencing a child's development. If a family has a history of academic
achievement, chances are the children will follow suit.
Parents who spend time with their children, supervising their homework and even checking their school bags, reported that by showing interest in their children's school activities, the children are encouraged to excel in school.
Finally, parents must have trust and confidence in their children's ability to be successful academically. By reinforcing positive perceptions towards their children will go a long way in helping them in their achievements.
Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Grace_Cheu
Grace Cheu - EzineArticles Expert Author
Ads by Google
Children nursery school
Local Nursery Schools Local Directory & Maps
LocalMole.co.uk/Nurseries
Study in Vancouver
Transform tomorrow today! Learn to teach in Vancouver, Canada
www.teach.educ.ubc.ca
Like This Article?
© 2010 EzineArticles.com - All Rights Reserved Worldwide.
Orang yang berhasil adalah pribadi yang termotivasi. Motivasi menjadi daya dorong untuk mencapai keberhasilan. Tanpa motivasi yang kuat tidak akan ada keberhasilan dan prestasi.
Sunday, December 19, 2010
Thursday, December 16, 2010
Koran Pendidikan
giyanto-05
Meningkatkan Prestasi Belajar dengan Model ARIAS
Rabu, 19 Agustus 2009 00:03:01 - oleh : redaksi - dilihat 1479
Meningkatkan Prestasi Belajar dengan Model ARIAS
RETNO ILHAMI
Guru SMAN 1 Gondanglegi
Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, model pembelajaran yang berkualitas dalam kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan. Dari beberapa model pembelajaran yang dikembangkan, mayoritas lebih mengutamakan pada penilaian hasil akhir, belum banyak yang menyentuh aspek psikologis siswa apalagi yang mengacu pada metodologi pengajaran cara Rasulullah SAW.
Model pembelajaran ARIAS tampil beda dengan menggabungkan beberapa aspek penting. Pada dasarnya, model ini adalah modifikasi dari model ARCS (Attention, Relevance, Confidence dan Satisfaction) yang dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987). Modifikasi dilakukan dengan penggantian kata confidence menjadi assurance, dan attention menjadi interest. Penggantian confidence (percaya diri) menjadi assurance, karena kata assurance sinonim dengan kata self-confidence (Morris, 1981: 80).
Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest, karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Kata ARIAS merupakan akronim dari Assurance (percaya diri), Relevance (relevansi), Interest (minat), Assessment (Evaluasi) dan Satisfaction (kepuasan) adalah lima komponen penting dalam kegiatan pembelajaran.
Deskripsi singkat tentang model pembelajaran ARIAS adalah; Assurance (percaya diri) berhubungan dengan sikap percaya dan yakin akan berhasil. Sikap ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Beberapa cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan sikap ini adalah dengan membantu siswa menyadari strengths (kekuatan) dan weakness (kelemahan) diri serta menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri.
Relevance (relevansi) berhubungan dengan kehidupan siswa. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu yang memiliki relevansi dengan kehidupan pribadi mereka. Dengan mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan mereka untuk saat ini maupaun masa yang akan datang, akan memotivasi mereka untuk lebih giat dalam belajar.
Interest (minat) menjadi salah satu faktor penting dalam kegiatan pembelajaran. Guru yang inovatif dan tidak monoton akan membuat siswa tertarik dengan pelajaran yang akan diajarkan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran dan memberi kesempatan siswa untuk berpartisipasi secara aktif.
Assessment (evaluasi) dapat memberi keuntungan bagi guru maupun siswa. Bagi guru, evaluasi merupakan alat untuk memonitor perkembangan siswa terhadap materi yang diajarkan. Sedangkan bagi siswa, evaluasi dapat menjadi sarana mengetahui kemampuan diri dalam memahami suatu materi. Dengan memberikan evaluasi yang objektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi akan menjadi motivator siswa untuk meningkatkan prestasi belajar yang ingin dicapai.
Satisfaction (kepuasan) berhubungan dengan rasa bangga akan hasil yang dicapai. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Pemberian reward (penghargaan) yang pantas atas keberhasilan siswa dalam kegiatan pembelajaran dapat menjadi sarana untuk mempengaruhi hasil belajar mereka. Penghargaan tidak selalu berbentuk materi. Doa, pujian, ucapan tulus maupun senyuman simpatik dari seorang guru akan menimbulkan rasa bangga pada diri siswa dan mendorong mereka untuk berusaha memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya serta memotivasi siswa lain untuk memperoleh hal serupa.
Dengan menggabungkan lima komponen diatas, model pembelajaran ARIAS menjadi jawaban dari pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Karena guru berusaha untuk menanamkan rasa percaya diri siswa dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran inovatif yang ada relevansinya dengan kehidupan mereka dan memberikan penguatan (reinforcement) sebagai hasil dari evaluasi. (*)
Copyright © 2007 - 2009 Koran Pendidikan. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Home | Profil Media | Profile Crew | SiteMap | RSS Feed | Kontak
Designed by Kera Ngalam
Meningkatkan Prestasi Belajar dengan Model ARIAS
Rabu, 19 Agustus 2009 00:03:01 - oleh : redaksi - dilihat 1479
Meningkatkan Prestasi Belajar dengan Model ARIAS
RETNO ILHAMI
Guru SMAN 1 Gondanglegi
Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, model pembelajaran yang berkualitas dalam kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan. Dari beberapa model pembelajaran yang dikembangkan, mayoritas lebih mengutamakan pada penilaian hasil akhir, belum banyak yang menyentuh aspek psikologis siswa apalagi yang mengacu pada metodologi pengajaran cara Rasulullah SAW.
Model pembelajaran ARIAS tampil beda dengan menggabungkan beberapa aspek penting. Pada dasarnya, model ini adalah modifikasi dari model ARCS (Attention, Relevance, Confidence dan Satisfaction) yang dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987). Modifikasi dilakukan dengan penggantian kata confidence menjadi assurance, dan attention menjadi interest. Penggantian confidence (percaya diri) menjadi assurance, karena kata assurance sinonim dengan kata self-confidence (Morris, 1981: 80).
Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest, karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Kata ARIAS merupakan akronim dari Assurance (percaya diri), Relevance (relevansi), Interest (minat), Assessment (Evaluasi) dan Satisfaction (kepuasan) adalah lima komponen penting dalam kegiatan pembelajaran.
Deskripsi singkat tentang model pembelajaran ARIAS adalah; Assurance (percaya diri) berhubungan dengan sikap percaya dan yakin akan berhasil. Sikap ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Beberapa cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan sikap ini adalah dengan membantu siswa menyadari strengths (kekuatan) dan weakness (kelemahan) diri serta menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri.
Relevance (relevansi) berhubungan dengan kehidupan siswa. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu yang memiliki relevansi dengan kehidupan pribadi mereka. Dengan mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan mereka untuk saat ini maupaun masa yang akan datang, akan memotivasi mereka untuk lebih giat dalam belajar.
Interest (minat) menjadi salah satu faktor penting dalam kegiatan pembelajaran. Guru yang inovatif dan tidak monoton akan membuat siswa tertarik dengan pelajaran yang akan diajarkan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran dan memberi kesempatan siswa untuk berpartisipasi secara aktif.
Assessment (evaluasi) dapat memberi keuntungan bagi guru maupun siswa. Bagi guru, evaluasi merupakan alat untuk memonitor perkembangan siswa terhadap materi yang diajarkan. Sedangkan bagi siswa, evaluasi dapat menjadi sarana mengetahui kemampuan diri dalam memahami suatu materi. Dengan memberikan evaluasi yang objektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi akan menjadi motivator siswa untuk meningkatkan prestasi belajar yang ingin dicapai.
Satisfaction (kepuasan) berhubungan dengan rasa bangga akan hasil yang dicapai. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Pemberian reward (penghargaan) yang pantas atas keberhasilan siswa dalam kegiatan pembelajaran dapat menjadi sarana untuk mempengaruhi hasil belajar mereka. Penghargaan tidak selalu berbentuk materi. Doa, pujian, ucapan tulus maupun senyuman simpatik dari seorang guru akan menimbulkan rasa bangga pada diri siswa dan mendorong mereka untuk berusaha memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya serta memotivasi siswa lain untuk memperoleh hal serupa.
Dengan menggabungkan lima komponen diatas, model pembelajaran ARIAS menjadi jawaban dari pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Karena guru berusaha untuk menanamkan rasa percaya diri siswa dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran inovatif yang ada relevansinya dengan kehidupan mereka dan memberikan penguatan (reinforcement) sebagai hasil dari evaluasi. (*)
Copyright © 2007 - 2009 Koran Pendidikan. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Home | Profil Media | Profile Crew | SiteMap | RSS Feed | Kontak
Designed by Kera Ngalam
Subscribe to:
Comments (Atom)